Kos-Kosan
Akhir Pekan Selanjutnya
Rencananya hari itu melanjutkan nyari tempat kos tetapi didaerah yang berbeda dengan minggu lalu. Aku bertekad, kayaknya mesti aku sendiri yang keluar masuk tempat kos . Hari itu kurayu bapaknya Alya, untung beliau berbelas kasihan dg istrinya yg lg bunting ini. Hmm...ternyata tak banyak yang berubah dengan tempat-tempat kos disini. Suasananya masih hampir sama seperti belasan tahun yang lalu, hanya para penghuninya yang sudah banyak berubah.
Satu per satu kudatangi rumah kos tersebut, ternyata bukan hal yang mudah hunting kos-kosan dengan kondisi perut membuncit dan tangan kanan menggandeng seorang anak balita.
"Maaf bu, kita nerimanya hanya mahasiswa saja"
"Disini tidak menerima yang berkeluarga bu" sambil memandangi ku, perut buncitku dan Alya silih berganti
"Maaf penuh bu,....gak ada yang kosong"
Masih beruntung kadang ada yang bertanya terlebih dulu, "Buat siapa bu?"
Papa Alya sampai tertawa terbahak-bahak sewaktu mendengar ceritaku dicurigai oleh penjaga/pemilik kos. Akhirnya hari itupun kami lalui tanpa membuahkan hasil yang memuaskan - kebanyakan tempat kos sudah terisi, ah jaman sudah berubah, perasaan dulu mencari kos tidak lah sesulit ini.
Satu-satunya yang menjadi hiburan hanyalah siang itu kita menyempatkan diri duduk di bangku kayu sambil minum teh botol dingin dan makan kacang goreng diwarung dibawah pohon rindang disebrang kos-kosanku jaman dulu.
"Kita dulu sering duduk-duduk disini ya pap....Hm..jadi inget jaman dulu, eh sudah berapa tahun yang lalu ya pap?"
"Hampir 10 tahun yang lalu aku sering duduk disini paling sebentar satu jam - nungguin pacar. Pacarku dulu kalo janjian kan suka ngaret, sampe pegel nungguinnya"
Hmmm....Siang itu semilir angin menyapu wajah kami - mengusir teriknya siang itu, kusandarkan kepalaku di bahunya , dia pun mempererat genggaman tangannya sambil bergumam, " Sekarang kita duduk disini tidak berdua lagi ya Mam ". Tatapan kami pun beralih memandangi putri semata wayang kami yang sedang asik mengunyah kacang goreng dan sebentar-bentar menyeruput teh botol dinginnya. Sesekali berceloteh dengan suara riangnya
"Enak banget niy kacangnya ....aku mau lagi dong mam".


