Monday, April 30, 2007
Thanks Temans.............
Posted by
Luky Ekowati
at
9:05 AM
3
comments
Labels: Mama Alya
Wednesday, April 25, 2007
Adilkah Saya.......???
Posted by
Luky Ekowati
at
9:28 AM
21
comments
Labels: Mama Alya
Monday, April 23, 2007
Balada Hari Senin Pagi.......
Ah seandainya saya diberi kemampuan lebih untuk berada ditempat lain dlam satu kedipan mata, saat itu juga ingin kupeluk buah hati saya tercinta
Suara disetel pelan & tenang...meskipun dari suara mama masih terdengar bergetar - nahan tangis.
Setelah menginterogasi Mira, mama baru tau kalo sebetulnya gunting sudah disimpan dilaci atas dan Alya manjat meja kecilnya untuk ngambil gunting. Duh.... inilah balada menjadi working mom padahal sudah berusaha do the best dengan safety concern dirumah, berusaha briefing asistant sedisiplin mungkin mengenai hal tersebut. I really miss being a FTM (baca : full time mom) one day.
Jadi teringat artikel yang membahas mengenai wanita-wanita yang memilih bekerja diluar rumah di Kompas hari minggu yang saya baca kemaren. Menurut artikel tsb ada banyak alasan mengapa perempuan akhirnya memilih bekerja diluar rumah. Ada yang butuh aktualisasi diri, ada yang karena sejak kecil terbiasa melihat ibunya juga bekerja dan memiliki penghasilan, tetapi ada juga yang tidak cukup beruntung dihadapkan pada pilihan bekerja atau tidak makan. Hmm.....saya tersenyum sendiri dengan alasan terakhir, kayaknya cocok deh dengan kondisi saya.
Inilah penggalan puisi berjudul "Perempuan-Perempuan Perkasa" karya penyair Hartoyo Andang Jaya ini pun membuat saya menitikkan air mata haru.
Posted by
Luky Ekowati
at
10:31 AM
14
comments
Labels: Mama Alya
Thursday, April 19, 2007
Persabatan di Mata Saya adalah........Uhm...
Total sahabat saya yang sampai sekarang masih bertahan tidaklah banyak ,bisa dihitung dengan jari bahkan. Dan seperti layaknya pertemanan, persahabatan kami juga mengalami pasang surut. Rata-rata sahabat-sahabat saya adalah sahabat perempuan, tapi ada juga beberapa sahabat laki-laki. Entahlah karena sifat atau tipe kepribadian saya, hubungan dengan sahabat-sahabat saya ini agak terlalu "dalam", begitu juga dengan para sahabat saya, sudah seperti dengan saudara sendiri. Akibatnya anak-anak dan pasangan kita pun sering kita libatkan dalam persabatan kami ini. Begitu juga dengan temen deket laki-laki, dengan pasangan dan anak-anaknyapun kita juga dekat. Entahlah? Mungkin cerita saya dibawah ini bisa memberi gambaran mengenai betapa dekatnya hubungan saya dan teman-teman saya.
Lain lagi dengan cerita sewaktu papa Alya tugas di Medan, saking tidak pernah tinggal disana dan tidak punya sanak saudara sama sekali, sahabat perempuan saya yang tinggal di Medan lah yang sibuk mencari kos buat papa nya Alya dan menjadi penunjuk jalan kesana-kemari. Dan pernah disaat papa Alya sedang sakit dan mesti dirawat di RS , sahabat saya itulah yang menemani ke dokter, mengantar ke rumah sakit dan menjenguknya disela-sela kesibukannya dengan 2 anak, padahal saat itu suaminya sedang tugas belajar di Belanda.
Begitu juga saat sekali lagi papanya Alya dirawat di Rumah Sakit , kondisinya amatlah kritis dan memerlukan tranfusi trombosit, sahabat saya rela untuk meninggalkan jam kantor dan kesibukannya yang luar biasa hanya untuk setia menemani dan memompa semangat dan ketegaran saya dimana kondisi saya saat itu shock total dan hanya bisa menangis dan menangis
Begitu pula disaat ujian demi ujian dari Allah SWT menguji keluarga kami, beban saya terasa sedikit berkurang dengan bercerita dan minta pendapat mereka.
Duh...maaf saya terharu sendiri menceritakan hal ini, bukan bermaksud berbagi kesedihan lho ya. Terimakasih sahabat-sahabatku, Allah SWT yang akan membalas kebaikan kalian dan tetap menjaga persahabatan kita.
Ah inilah balada hidup dirantau, Saya bahagia dengan keberadaan seluruh sahabat-sahabat saya beserta keluarga mereka, sekaligus saya bersyukur dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang ikut baik dalam suka maupun duka. Bagaimana dengan Suami saya?? Alhamdulillah komunikasi diantara saya dan suami cukup terbuka, jadi hal ini tidak menjadi kendala dalam hubungan kami, dan tentunya semua keputusan pasti saya komunikasikan dan mendapat persetujuan dari beliau.
Ya namanya mempunyai sahabat, rasanya manusiawi sekali jika saya kadang merasa "kangen" dengan sahabat-sahabat saya, entah untuk sekedar menyapa, bertemu, curhat ataupun ngobrol begitu juga sebaliknya dengan teman-teman saya terhadap saya. Awalnya saya tidak menyadari ini sampai suatu hari tergelitik membaca salah satu kata dari postingan dari salah seorang Sahabat, Guru dan Temen Diskusi Saya Terlihat sekali beliau dalam memegang teguh prinsipnya. Saya agak tersentak dan memohon beliau untuk bersedia menulis hal ini tentu saja dari sudut pandang keyakinan kami. Dalam tulisan beliau yang sangat gamblang dicerna yang berjudul "Kangen yang Dilarang" bisa dilihat disini kita bisa melihat jelas batas-batas yang ditetapkan dalam suatu hubungan persahabatan, saya setuju banget dengan penekanan beliau dan saya ingat satu semboyan beliau " Say No to Taqrabuzzina". Terus terang Saya sangat mengagumi prinsip-prinsip beliau , seorang wanita muslimah yang mempunyai prinsip hidup yang tegas, mempunyai wawasan agama yang luas, seorang house wife yang bisa membagi waktu dengan baik diantara kesibukannya dalam menjalankan peran sebagai ummi dari jundi-jundinya, sebagai Istri yang sholeha, dan hebatnya beliau masih bersemangat untuk mengaktualisasikan diri untuk mendedikasikan ilmunya dan sangat "care dan berempati" dengan sahabat-sahabat beliau.
**Tulisan ini saya dedikasikan untuk sahabat baik saya yang saya kasihi - Riny Pratomo serta sahabat-sahabat terbaik saya - Kel. Nani&Mas Zulham, Desi, Tina, Eggy, Yuda, Kel. Mas Dani Ibrahim & Mbak Maya.
Posted by
Luky Ekowati
at
3:41 PM
10
comments
Labels: Friendship
Tuesday, April 17, 2007
Pergaulan Anak Balita Jaman Sekarang.
Posted by
Luky Ekowati
at
1:29 PM
20
comments
Labels: Alya
Friday, April 13, 2007
Hiatus?...nop
Temen-temen, sahabat, para blogger tercinta,
Posted by
Luky Ekowati
at
6:29 PM
4
comments
Labels: General
Selamat Ulang Tahun Papa ...
Hari ini papa ulang tahun
Tak ada kue ulang tahun buat papa
Tak ada perayaan sederhana buat papa
Tak ada kado buat papa
Tapi ada hadiah yang indah buat papa
Cinta dan doa dari kami berdua, mama dan Alya
Cinta yang melimpah untuk papa
Pelukan dan air mata cinta tuk papa
Dan doa yang tulus tuk papa
Selamat Ulang Tahun papa
Semoga panjang umur dan Allah selalu memberikan rizki dan barokahnya buat papa
Semoga Allah selalu meneguhkan iman papa
Amin.
dari kami yang selalu menyayangimu
Mama & Alya
Posted by
Luky Ekowati
at
6:07 PM
4
comments
Labels: Papa Alya
Wednesday, April 4, 2007
Kejutan yang Menyenangkan.......
Posted by
Luky Ekowati
at
10:50 AM
15
comments
Labels: Mama Alya