Tuesday, May 1, 2007

Sebuah Renungan : Kesetaraan Gender

Ditulis Oleh : Dani Ibrahim

Tadi pagi waktu berangkat ke kantor saya bicara dengan teman satu kendaraan mengenai keluarga. Dia menanyakan nggak nambah anak lagi pak? saya jawab, kayaknya cukup 2 saja, memangnya kenapa? Kan belum ada anak laki-laki (kebetulan anak saya dua-duanya perempuan). Terus terang saya cukup sering ditanya dengan pertanyaan yang sama seperti itu, akan tetapi karena keluar dari mulut teman itu, saya sangat kaget. Tidak menyangka dia akan bertanya seperti itu.

Saya jawab bahwa anak laki-laki dan perempuan itu sama saja, dia menjawab jelas beda. Dari pembagian waris saja sudah berbeda ini menunjukkan bahwa memang Tuhan membuat perbedaan terhadap 2 jenis kelamin tersebut. Saya tambah kaget lagi, keliatannya dia mempunyai pemahaman sangat mendasar atas pertanyaan diatas.

Yang saya tahu Allah menciptakan dan melihat manusia tidak berdasarkan dari jenis kelamin. "Aku tidak membedakan kamu diantara yang lain kecuali taqwanya", itulah kira-kira salah satu terjemahan bebas dari Ayat Al Qur'an. Saya melihat bagaimana pemahaman akan kemanusiaan dan segi-segi sosial lainnya masih dikuasai oleh dunianya laki-laki (maskulin). Begitu juga dengan tafsir-tafsir akan kehidupan sosial sangat dikuasai oleh para ulama yang nota bene banyak dikuasai oleh kamum laki-laki.

Kita bisa melihat bagimana kaum perempuan terpojok kesudut-sudut rumah dan sangat terkekang oleh aturan-aturan yang mengatas namakan keagamaan. Kita bisa melihat bagaimana nasib para kaum perempuan di Afganistan yang begitu tidak leluasa untuk mengekspresikan dirinya meskipun untuk kebutuhan yang sangat mendasar, yaitu pendidikan.

Jelas ada pembeda antara laki-laki dan perempuan, perbedaan itu bukan untuk membedakan akan tetapi untuk saling dan melengkapi diantara keduanya. Perbedaan itu bukan untuk mengikat atau mengurung para perempuan kemudian menempatkannya didunia yang sempit dan tidak berkembang.

Saya jadi ingat saat-saat sebelum rasulullah lahir di Mekkah. Para jahiliyah begitu malu mempunyai anak perempuan dan begitu tega untuk menguburnya. Rasulullah sendiri tidak memiliki anak laki-laki yang hidup sampai dewasa (anak laki-laki beliau- Ibrahim - meninggal tidak lama setelah dilahirkan). Laki-laki dan perempuan sama saja oleh karena itu mari kita bergandengan untuk salin gmengembangkan diri dan mengkatualisasikan diri kita ke posisi yang paling tinggi dimata Allah tanpa melihat berjenis kelamin apa kita.

11 comments:

Najwa said...

Setuju dengan mama alya....laki&perempuan buat saya dan suami sama aja yg penting tanamkan akhlak yg baik kpd anak-anak kita....bukan begitu mba?

Anonymous said...

tidak ada dapat yg membedakan kecuali oleh amal dan perbuatan, tul? :)

-rien-
http://rhandry.blogspot.com

Nia said...

Bener mbak, laki or perempuan sama aja. Ibu Nia aja anaknya 3 perempuan semua ga masalah. Skrg dah nambah 3 anak lelaki alias menantu :D

Mamah 'Little Aras' said...

Yess mbak, setujuh. Sing dipun paringi Gusti Allah ingkang pundi, nggih dipun rawat, jaga, dididik dengan betul biar bisa jadi anak sholeh/sholehah, taat&berbakti pd ortu,berguna bagi negara dan agama. haduw. panjang betul, ngapunten nggih mbak :D

salma said...

Betul.. setuju.. *kek angg DPR*
ntar juga anak kita cewe bisa dapet n kasih anak cowo ke kita alias mantu.

Shazma said...

laki2 perempuan sama saja, dan nilai taqwa tidak melihat gender bahkan diantara kaum laki2 sendiri kadarnya pasti beda, perbedaan gender itu tidak datang dari Agama, tapi lebih karena budaya patriarki, wallahuallam.

bundanya i-an said...

setuju..setuju... gak beda laki atau perempuan... yang penting sholeh... semua kan dah diatur ALLAH.. ya nggak jeng..

nila_aura said...

setuju...setuju....

lierieh said...

setuju banget laki2 perempuan sama saja sama2 anugrah yg telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa, tergantung bagaimana kita mendidiknya sekarang, anakku jg 2-2nya laki2. lam kenal, tukeran link yu... makasih

Luky said...

@Najwa : Betul Mom..setuju sekali

@Rien : Insyaallah betul sekali ummi

@Nia : Iya betul ya Nia, toh nanti dapet mantu laki-laki juga. Apalagi anak adalah amanah dari Allah

@Azzah : Inggih jeng leres sanget, insyaallah

@Salma : SEtuju dengan ibunya mbak salma

@Bunda Shazma : Saya juga sependapat Bun..

@Nila-Aura : Sip deh

@Senandung Lirieh : Iya betul bun...anak-anak adalah anugerah dan amanah dari Allah SWT

lita uditomo said...

iya, laki-laki dan perempuan memang berbeda, bukan untuk membedakan tapi untuk saling melengkapi di antara keduanya.

kalau buat aku, laki-laki mmg diciptakan utk jadi pemimpin, dan perempuan untuk menjaga dan memelihara. Keduanya mmg saling melengkapi.

tapi kalau anak...dikasih laki2 atau perempuan ya sama aja...semuanya amanah..:)