Stop Membanding-Bandingkan
Beberapa waktu yang lalu sempet ngobrol dengan seorang teman yang masih mempunyai anak batita. Teman saya sempat mengungkapkan kerisauannya akan perkembangan putranya, pembicaraan berlanjut terus dimana kesimpulannya menurut referensi buku yang saya baca dan pengalaman saya sendiri, perkembangan putranya is going well dan sangat normal. Selidik punya selidik pemicunya adalah obrolan diantara ibu-ibu yang anaknya seusia.
Ah, saya jadi pingin tersenyum sendiri, beberapa tahun yang lalu saya mengalami hal yang persis sama dengan apa yang dialami sang teman ini. Kekhawatirannya pun sama, ya namanya ibu muda yang baru pengalaman mempunyai bayi, ada rasa khawatir buah hatinya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Apalagi pada saat kita bertemu dengan para ibu muda lainnya, seringkali kita tersiksa untuk menahan pertanyaan seperti : Aduh putrinya cantik sekali, Putra/Putrinya umur berapa bulan bu? Udah mulai bisa duduk ya? Udah mulai merondang ya? dan seterusnya dan seterusnya. Sepertinya pertanyaan tersebut wajar ya, tapi kalo dipikir pikir malah menjurus untuk saling membandingkan.
Menurut buku parenting yang saya baca , "Seperti tidak ada dua perut besar yang sama, tidak ada pula dua bayi yang sama". Sah -sah saja kita memantau perkembangan anak kita untuk menilai kemajuannya dan menemukan kekurangan jika ada. Tetapi membandingkan anak kita dengan anak lain, atau dengan kakak-kakaknya sekalipun, hanya akan menimbulkan banyak ketakutan dan frustasi yang tidak perlu.
Dua anak yang "Sangat Normal" dapat berkembang dalam bidang yang berbeda dengan keceptan perkembangan yang sangat berbeda pula - yang satu berkembang cepat dalam mengeluarkan suara dan sosialisasi , dan satunya dalam hal kemampuan fisik, misalnya membalikkan tubuh. Perbedaan yang ada pada bayi bahkan tampak lebih jelas setelah tahun pertama - satu bayi yang dapat merangkak pada saat dini tetap tidak dapat berjalan sampai ia berusia lima belas bulan, bayi lain mungkin tidak pernah belajar merangkak namun tiba-tiba melangkah pada usia sepuluh bulan.
Lagi pula adah satu hal yang patut diingat, penilaian ibu terhadap kemajuan bayinya bisa sangat subyektif dan tidak selalu akurat. Ada seorang ibu mungkin sama sekali tidak memperhatikan suara "uuu" pertama dari bayinya, sementara ibu lainnya mendengar satu kali "uuu" dan berani bersumpah bahwa ia bilang " mama".
Nasehat terbaik untuk situasi tersebut adalah : Stop membanding- bandingkan anak kita dengan anak orang lain, dan menyadari betapa tidak berartinya perbandingan tersebut.
Menculik slogan dari salah satu asuransi kerugian "Don't Worry , Be Happy!!!
Dari buku tersebut ada tips-tips yang mungkin berguna bagi para ibu muda :
Tips Menciptakan Lingkungan yang baik untuk perkembangan anak :
Cintailah Anak Anda
Tidak ada hal yang dapat membantu anak tumbuh dan berkembang, sebesar jika ia dicintai. Hubungan yang dekat dengan orang tua dan atau pengganti orang tua adalah hal yang sangat penting bagi perkembangan yang normal
Berelasi dengan Anak Anda
Perbanyak kesempatan untuk berbicara, menyanyi, membalas obrolan anak kapan saja. Komunikasi yang santai akan memberi rangsangan yang efektif daripada memaksakan pengajaran yang formal.
Kenali Anak Anda
Pelajarilah keunikan anak anda, apa yang membuat dia sedih, gembira, bosan , terganggu. Perhatikan apa yang anda pelajari langsung dari si anak, daripada apa yang anda pelajari dari buku atau orang lain. Berikan rangsangan sesuai dengan keunikan anak anda
Hindari Tekanan dan Bersenang-senanglah
Daripada mengkhawatirkan kemampuan yang dapat diperlihatkan oleh anak, lebih baik anda santai tenang dan menikmati waktu bersama anak. Proses belajar dan perkembangan tidak dapat dipercepat oleh tekanan, justru dengan tekanan proses ini akan terhambat. Jangan perlihatkan rasa tidak puas dengan kemajuan perkembangan anak, ini akan berpengaruh terhadap harga diri sang anak.
Beri Ruang untuk Anak
Perhatian yang terlalu berlebihan malah akan membuat anak kehilangan kesempatan untuk bermain dan belajar sendiiri. Bermainlah dengan anak sewajarnya dan pentingkan kualitas.
Ikuti si Pemimpin
Pastikan anak andalah yang menjadi pemimpin , bukan anda. Ini akan mengefektifkan proses belajar bagi anak, menumbukan rasa percaya diri, dimana sang anak merasa bahwa minatnya cukup berharga untuk diperhatikan oleh orang tuanya.
Waktu yang tepat
Anak mempunyai kemampuan konsentrasi yang pendek, waktu terbaik untuk memajukan perkembangannya secara lebih efektif adalah pada saat anak pada tahap bangun dan aktif.
Memberikan dukungan yang positif
Apabila anak kita berhasil melakukan sesuatu , berilah pujian untuknya sampaikan pesan untuknya bisa dengan memeluknya, bersorak atau bertepuk tangan. Ini sebagai apresiasi untuk keberhasilannya.
Sumber : Judul Buku " Anak pada tahun pertama : Apa yang Anda hadapi bulan per bulan", Pengarang ; Arlene Eisenberg, Heidi E. Murkoff, Sandee E. Hathaway.

