Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, August 25, 2008

Quote of the day



QS Ali 'Imran : 133- 134

"Dan bersegeralah kamu menuju ampunan Tuhanmu dan menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik diwaktu lapang maupun diwaktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan"


Friday, April 11, 2008

Quote of the day


"Maka sesungguhnya, bersama kesukaran ada kemudahan. Sungguh, bersama kesukaran ada kemudahan"


(Qs Al Insyirah 94 : 5-6)

Friday, September 14, 2007

Puasa

Setiap memasuki bulan ini saya selalu teringat kenangan lebih dari 20 tahun yang lalu yang masih membekas sampai puasa kali ini juga. Saat itu saya baru kelas 4 SD dan baru pada umur itu saya betul-betul punya tekad untuk berpuasa satu hari penuh.

Seperti adat kebiasaan dikeluarga kami, seringkali kita melakukan sahur beramai ramai. Kebetulan rumah pakdhe dan sanak saudara kami berdekatan. Saat itu kami para anak-anak (saya dan sepupu - sepupu saya ) akan makan sahur dirumah Dadhe ( kakaknya bapak saya ). Kami dibangunkan jam 2 pagi untuk makan sahur dimana sebelumnya dituntun untuk membaca niat berpuasa oleh Dadhe (sebutan salah satu budhe kami). Setelah itu baru kami beramai ramai makan sahur dan kemudian meneruskan tidur.

Keesokan paginya kami pulang kerumah masing-masing, mandi pagi dan mulai bermain-main. Seingat saya, dulu sekolah diliburkan selama bulan puasa - 1 bulan penuh. Saat jam 8 pagi perut saya mulai keroncongan , rupanya cacing-cacing dalam perut saya mulai minta dikasih jatah . Karena niatnya berpuasa, saat itu cuma ditahan-tahan. Kok makin lama, si cacing-cacing semakin keras protesnya....perut saya sakit banget. Ternyata, sepupu-sepupu saya juga mengalami hal yang sama. Dan...akhirnya jam 10 pagi kita sukses berbuka puasa - makan sepiring penuh......

Malam harinya kami akan makan sahur bersama lagi, tetapi hari itu kami akan makan sahur dirumah nenek kami. Seperti hari sebelumnya kami dibangunkan untuk makan sahur, saat itu kita disuruh bangun sekitar jam 4, saya ingat karena saat itu kita disuruh makan cepet-cepat keburu imsyak dan sama seperti malam sebelumnya , saat itu kami juga dituntun untuk membaca niat berpuasa, kali ini dituntun oleh nenek. Kami sudah pesimis, besok jam 10 akan berbuka puasa lagi.

Tetapi Anehnya hari itu kami kuat untuk berpuasa sampai maghrib. Saat itu kita bersorak kegirangan, sukses berpuasa. Akhirnya terjadilaah kasak - kusuk diantara kami anak-anak kecil ini, kami mengambil kesimpulan bahwa doa (niat berpuasa) yg diajarkan Dadhe (sebutan budhe= tante= bibi) tidak manjur, dan yang lebih manjur adalah doa (niat berpuasa) yg diajarkan oleh nenek kami.......dan sejak saat itu kami mengira bahwa nenek kami adalah orang sakti... (dukun kaleee....)

Dan akhirnya sejak saat itu kami semua sepakat tidak mau lagi untuk sahur ditempat Dadhe/ budhe dan lebih sering dilakukan dirumah nenek kami , sampai akhirnya tradisi makan sahur bersama hilang dengan sendirinya dan tidak kami lakukan lagi.

Hmmm...setelah saya beranjak dewasa , saya seringkali tersenyum simpul sendiri mengingat hal itu. Mengapa pada saat itu kita mengambil kesimpulan bahwa doa dari Dadhe tidak manjur...... Padahal penjelasan yang logis adalah pada saat makan sahur dirumah Dadhe, jam makan sahurnya terlalu malam sedangkan dirumah nenek makan sahurnya sudah menjelang imsyak. Ya..pantes saja kita tahan untuk berpuasa sehari penuh pada saat makan sahur dirumah nenek. Saat itu yang ada dalam pikiran saya puasa adalah tidak makan dan minum dari

Ya begitulah dunia anak-anak, buat anak-anak puasa adalah menahan lapar dan haus. Setelah maghrib dan mulai berbuka puasa, anak-anak dengan gembiranya akan memuaskan nafsu makan dan minum bahkan cenderung berlebih-lebihan.

Apakah puasa kita masih sama seperti puasanya anak-anak?? apakah betul makna puasa itu hanya untuk menahan nafsu syahwat, lapar dan haus?? sudah bisakah kita memaknai puasa yang sebenarnya??. Mudah-mudahan kita menjadi golongan orang-orang yang berpuasa dengan tujuan untuk mencapai ketakqwaan dihadapan Allah SWT. Amien ya robbal alamin.

Alhamdulillah tahun ini kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dengan bulan yang suci dan penuh cahaya, bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Marilah kita berlomba-lomba untuk melatih diri kita untuk menambah amal dan ibadah kita di bulan penuh keistimewaan ini.

Marhaban ya Ramadhan..
Semoga ridho Allah selalu menyertai langkah kita untuk mensucikan diri lahir dan batin
Selamat Menunaikan Ibadah PUasa
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Tuesday, July 24, 2007

Apakah Kita Ingin Masuk Surga?

Oleh : Dani Ibrahim

Kekasihnya Rummi adalah kekasih semua mahkluk. Disadari ataupun tidak, disangkal ataupum diamini kita semua sedang menuju NYA.

Kehidupan bagaikan perjalanan setetes air yang karena cintaNYA diuapkan dari samudera luas kemudian disatukan untuk dijatuhkan ditempat yang telah dipilih. Semua air mempunyai keinginan yang sama menuju samudera luas. Dari samudera menuju samudera.

Seperti air, yang merindukan samudera, begitu juga kita. Dari ruhNYA dan atas cintaNYA ditiupkan sebagian dari ruhNYA kedalam rahim pilihan. Air yang merindukan samudera darimana dia berasal, kita juga merindukan samundera cintaNYA. ditempat kita berasal.

Apakah kita ingin masuk surga? perjalanan kita adalah perjalanan menuju samudera CINTA. Bukan karena surga kita menjalankan perintahNYA dan bukan karena takut Nerakan kita menghindari semua larangannNYA. Karena cinta kita menginginkan penyatuan dengan NYA.

Seperti juga Rummi dengan doanya :
Ya Allah, aku takut akan NerakaMU,tapi aku juga malu memasuki pintu surgaMU Ya, Allah jika ibadahku karena berharap atas surgaMU, maka masukkannlah aku ke dalam NerakaMU.

Ya Allah jadikannlah semua ibadahku menjadikanMU membukakan pintu cintaMU.

Wednesday, June 13, 2007

Sulitnya Memaafkan

Surat dari Seseorang untuk Sahabatnya
Ibu XX yang baik,

Ada satu hal yang dapat saya ambil dari obrolan kemarin malam yaitu belajar untuk memaafkan. Waktu muda saya selalu beranggapan bahwa orang yang tertindas dan menerima ketertindasan adalah orang yang cengeng dan lemah. Pandangan itu yang menyebabkan saya mengalami untuk tidak bertegur sapa dengan seseorang selama bertahun-tahun dan sulit sekali rasanya mamaafkan orang tersebut.

Pengalaman keluarga Ibu, semakin menyakinkan bahwa sebenarnya orang orang yang membuka pintu maaf lebar-lebar adalah orang-orang yang kuat. Memaafkan tanpa bekas setiap tindakan yang menyakitkan orang lain kepada kita merupakan suatu ujian yang sangat berat.

By the way, saya sangat salut dengan keluarga ini. Mudah-mudahan saya dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Ibu XX merupakan orang yang sangat beruntung mempunyai pasangan yang sangat ikhlas menghadapi ujian yang sangat berat. Dan saya sangat yakin bahwa keluarga Ibu XX merupakan orang-orang pilihan.

Begitu pula saya yang beruntung telah mengenal anda.

nuhun,
Bapak YY

Friday, June 8, 2007

Hakekat Cinta

Cinta yang saya pahami seringkali adalah hasrat yang menggebu-gebu untuk memiliki. Cinta pada anak dan pasangan seringkali merupakan perwujudan dari kepemilikan mereka.

Cinta menurut Rumi adalah kemampuan untuk memberi, tanpa harapan dan berpengharapan. Dalam salah satu hadist Rasul Agung kita telah memberikan contoh untuk mencinta. "Berikan apa yang sangat kamu sukai".

Cinta seperti matahari yang selalu memberikan cahayanya tanpa berhitung kapan dapat kembali. Matahari tentu sadar setiap cahaya yang diberikan akan mengurangi energi yang dimiliki.

Friday, May 4, 2007

Belajar Dari Alam

Ditulis Oleh : Dani Ibrahim


Banyak sekali pelajaran yang diberikan alam kepad kita jika kita memberikan sedikit waktu untuk melakukan perenungan. Alam adalah makhluk allah yang diciptakan untuk mengabdi pada manusia. Alam memberikan pelajaran kepada kita dengan bekerja tanpa banyak komentar apalagi interupsi.

Seperti matahari yang memberikan kasih sayangnya dengan merata kepada planet-planet sehingga terjaga keseimbangan diantara planet untuk terus mengorbit pada bidang edarnya. Meskipun berfungsi sebagai sentral pada tata surya kita, matahari berlaku sangat bijak dengan setia untuk terbit dipagi hari dan tenggelam disore hari. Dia tahu bahwa ada sang bulang yang sedang ingin menampakkan cahayanya.

Matahari tidak pernah merasa iri terhadap bulan yang kelihatan cantik karena cahayanya yang terang dimalam yang gelap. Padahal dia tahu cahayanya itu hanya make up. Bijaknya matahari tidak lantas mengurangi cahaya kepada bulan bahwa sang bulan hanya meminjam cahayanya.

Kita juga dapat belajar dari samudera yang setia dan ikhlas menerima anak-anaknya pulang. Setelah terbujuk rayuan sang awan untuk pergi meninggalkan rumahnya dan ditumpahkan ditempat yang ditentukan. Anak-anak air kembali menuju ibunya. Dalam perjalanan mereka kadang terpengaruh oleh perubahan jaman dan membawa berbagai penyakit. Samudera ikhlas menerima hal tersebut. Karena kecintaannya samudera menjadikan dirinya asin untuk menjadi penawar bagi penyakit anak-anaknya.

Keikhlasan untuk memberi tanpa mengharapkan apa-apa adalah pelajaran berharga dari alam.

Tuesday, May 1, 2007

Sebuah Renungan : Kesetaraan Gender

Ditulis Oleh : Dani Ibrahim

Tadi pagi waktu berangkat ke kantor saya bicara dengan teman satu kendaraan mengenai keluarga. Dia menanyakan nggak nambah anak lagi pak? saya jawab, kayaknya cukup 2 saja, memangnya kenapa? Kan belum ada anak laki-laki (kebetulan anak saya dua-duanya perempuan). Terus terang saya cukup sering ditanya dengan pertanyaan yang sama seperti itu, akan tetapi karena keluar dari mulut teman itu, saya sangat kaget. Tidak menyangka dia akan bertanya seperti itu.

Saya jawab bahwa anak laki-laki dan perempuan itu sama saja, dia menjawab jelas beda. Dari pembagian waris saja sudah berbeda ini menunjukkan bahwa memang Tuhan membuat perbedaan terhadap 2 jenis kelamin tersebut. Saya tambah kaget lagi, keliatannya dia mempunyai pemahaman sangat mendasar atas pertanyaan diatas.

Yang saya tahu Allah menciptakan dan melihat manusia tidak berdasarkan dari jenis kelamin. "Aku tidak membedakan kamu diantara yang lain kecuali taqwanya", itulah kira-kira salah satu terjemahan bebas dari Ayat Al Qur'an. Saya melihat bagaimana pemahaman akan kemanusiaan dan segi-segi sosial lainnya masih dikuasai oleh dunianya laki-laki (maskulin). Begitu juga dengan tafsir-tafsir akan kehidupan sosial sangat dikuasai oleh para ulama yang nota bene banyak dikuasai oleh kamum laki-laki.

Kita bisa melihat bagimana kaum perempuan terpojok kesudut-sudut rumah dan sangat terkekang oleh aturan-aturan yang mengatas namakan keagamaan. Kita bisa melihat bagaimana nasib para kaum perempuan di Afganistan yang begitu tidak leluasa untuk mengekspresikan dirinya meskipun untuk kebutuhan yang sangat mendasar, yaitu pendidikan.

Jelas ada pembeda antara laki-laki dan perempuan, perbedaan itu bukan untuk membedakan akan tetapi untuk saling dan melengkapi diantara keduanya. Perbedaan itu bukan untuk mengikat atau mengurung para perempuan kemudian menempatkannya didunia yang sempit dan tidak berkembang.

Saya jadi ingat saat-saat sebelum rasulullah lahir di Mekkah. Para jahiliyah begitu malu mempunyai anak perempuan dan begitu tega untuk menguburnya. Rasulullah sendiri tidak memiliki anak laki-laki yang hidup sampai dewasa (anak laki-laki beliau- Ibrahim - meninggal tidak lama setelah dilahirkan). Laki-laki dan perempuan sama saja oleh karena itu mari kita bergandengan untuk salin gmengembangkan diri dan mengkatualisasikan diri kita ke posisi yang paling tinggi dimata Allah tanpa melihat berjenis kelamin apa kita.

Saturday, January 20, 2007

1 Muharam 1428 Hijriyah

Mengingat 1 Muharam selalu memaksa hambamu ini untuk menitikkan air mata, air mata yang mengharu biru dalam kalbuku. Suatu masa yang akan kukenang, suatu masa yang membawaku kepada suatu keikhlasan. Keikhlasan untuk lebih mencintai-Mu, Keikhlasan untuk lebih mengenal-Mu Ya Allah dan Keikhlasan untuk menekan sedikit rasa egoku. Engkau telah menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Mu , Engkau telah menuntunku serta memberiku kesempatan untuk menerima kesejukan hidayah-Mu Ya Allah.

Enam tahun sudah hamba mencoba beristiqomah dan tertatih -tatih melangkah di jalan-Mu , jalan yang berliku-liku, jalan yang membuatku untuk lebih bersabar, bertawakkal dan ikhlas untuk menerima rahmat serta ujian -Mu Ya Allah. Meskipun cobaan dan ujian yang dialami saudara-saudaraku dibelahan bumi yang lain jauh lebih berat, Ampuni hambamu karna hamba masih banyak berkeluh kesah kepada-Mu Ya Allah. Ampunilah hamba-Mu ini apabila ibadah hamba-Mu masih jauh dari kesempurnaan, jauh dari khusyu dan hamba banyak menuntut kesempurnaan duniawi yang fana ini Ya Allah.

Ya Allah ijinkan lah hamba-Mu ini untuk selalu berguru kepada-Mu ya Allah, karena hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui dan Maha Besar. Beri hamba-Mu kesempatan untuk lebih mencintai-Mu ya Allah dan mengabdi kepada-Mu di jalan kebajikan serta mensyukuri karunia dan nikmat yang telah engkau limpahkan Ya Allah. Semoga tahun baru ini membawa keberkahan bagi seluruh umat-Mu Ya Allah. Amin ya Robbal Alamin.